PURWOKERTO – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Graha Satria, Kompleks Pendopo Kabupaten Banyumas pada Minggu, 15 Februari 2026. Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Komunitas KITI (Komunitas Thionghoa Islam) Banyumas menyelenggarakan acara Santunan dan Doa Bersama Anak binaan Yasin Banyumas.

Sebelum acara resmi dimulai, suasana tenang sudah terbangun melalui Pra-Acara Tadarus Bersama. Para pengurus dan anak-anak binaan tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, memberikan energi positif yang menenangkan sebelum memasuki inti kegiatan.



Acara dibuka secara resmi dimulai pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan Tilawah Al-Qur’an oleh Mba Anin dan Mutia, menggema indah di langit-langit Graha Satria. Jiwa nasionalisme pun tetap terjaga melalui nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh hadirin.



Sejarah dan Nasihat: Pesan dari Hati
Dalam sambutan Ketua Yayasan, Bapak Gunanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur dan relawan yang telah konsisten memberikan kebahagiaan kepada anak-anak binaan Yasin Banyumas.
Puncak emosional acara terasa saat Ketua KITI Banyumas menyampaikan tausiyahnya. Beliau tidak hanya memberikan ceramah agama biasa, namun juga berbagi napak tilas mengenai sejarah berdirinya KITI. Beliau menceritakan bagaimana komunitas ini tumbuh dari niat sederhana untuk menebar cinta kasih, hingga kini menjadi rumah bagi anak-anak yang membutuhkan.



Tali Asih dan Kebersamaan
Momen yang paling dinantikan tiba saat prosesi pemberian santunan tali asih. Satu per satu anak-anak binaan maju dengan senyum malu-malu namun penuh binar kebahagiaan. Santunan ini diharapkan dapat membantu persiapan mereka menyambut bulan Ramadhan dengan lebih ceria dan berkecukupan. Kemudian dilanjut Berdoa yang dipimpin oleh Ustadz Akhmad Mubtadin, mendoakan kebaikan untuk para donatur, KITI Banyumas dan Yasin Banyumas.



Menutup Hari dengan Kenangan
Sebagai penutup, seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama guna mengabadikan momen indah di depan ikon kebanggaan Banyumas, Graha Satria. Setelah doa penutup dibacakan, anak-anak pulang dengan membawa bingkisan dan kenangan manis, siap menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih lapang.



Melalui kegiatan ini, bahwa menyambut Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan tentang memperluas ruang berbagi dan memastikan tidak ada anak yang merasa berjuang sendirian.
